•  
  • Selamat Datang Di Website Politeknik Trisila Dharma Tegal
Minggu, 29 Maret 2020 - 22:46:50 WIB
PARTIAL” LOCKDOWN
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita - Dibaca: 218 kali

Prayitno,.SE,.MM

Merespon kondisi Nasional bahkan yang terjadi di Dunia berkaitan dengan pandemi virus corona, Kota Tegal secara resmi mengumumkan Isolasi Wilayah "Lockdown"yang efektif per Senin, 30 Maret 2020. Pro dan Kontra atas keputusan Walikota Tegal, Dedy Yon Supriyono atas keputusan nya memberlakukanya "local lockdown" dengan menutup akses masuk ke Tegal selama empat bulan.

Namun, pembahasan bukan pada pro dan kontra maupun kebijaksanaan walikota memberlakukan Isolasi Wilayah "lockdown", Apa yang dimaksud dengan Lockdown ?, apa yang melatarbelakangi diambil lockdown secara akademis ?, bagaimana penanganan dalam proses Lockdown ?, apa yang harus dilakukan masing – masing peran selama Lockdown dijalankan?

Banyak orang tidak mengerti apa itu lockdown, hanya mengetahuai bahwa lockdown itu ditutup saja, Apa yang dimaksud dengan Lockdown ?

Lockdown adalah proses mengendalikan pergerakan dan akses, baik masuk dan keluar, orang  di sekitar wilayah atau bangunan / area spesifik lainnya dalam menanggapi risiko, ancaman, atau bahaya yang diidentifikasi yang dapat berdampak pada keamanan orang maupun aset atau, memang, kapasitas fasilitas itu untuk terus beroperasi (Policy and Sheet 2020).  Keputusan untuk menerapkan Lockdown biasanya untuk  menanggapi insiden yaitu respons terhadap pencegahan virus corona. Lockdown dicapai melalui kombinasi langkah-langkah keamanan fisik dan penempatan personel.

Ada tiga elemen dari Lockdown:

  1. Pencegahan masuknya orang ke suatu daerah
  2. Pencegahan keluarnya orang dari suatu daerah
  3. Pembatasan pergerakan orang dalam suatu area

Ada tiga jenis Lockdown;

Pertama,  Partial Lockdown  dapat terjadi ketika area tertentu, atau bagian dari bangunan dikunci dan melibatkan pembatasan masuk atau keluar yang ditempatkan pada wilayah tertentu untuk mengontrol aliran orang.

Kedua, Progressive Lockdown adalah penguncian langkah-demi-langkah dari wilayah yang diterapkan sebagai respons terhadap skenario yang meningkat.

Ketiga, Full Lockdown adalah pencegahan kebebasan untuk masuk dan keluar dari, baik seluruh situs atau seluruh bangunan.

Penting untuk dicatat bahwa, terlepas dari sifat Lockdown atau apakah itu Full, Partial atau progresif, tujuan luasnya selalu sama. Lockdown harus digunakan untuk memastikan keselamatan dan keamanan seluruh warga masyarakat tanpa terkecuali.

Setiap elemen dari Lockdown akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan risiko yang dihadapi individu atau kelompok individu. Tahapan Lockdown adalah;

tahap pertama ; Lockdown of the Area Impacted yaitu Kontrol / pembatasan orang masuk dan keluar dari area yang terlibat segera.

Tahap kedua; Lockdown of a Zone yaitu Kontrol horizontal / pembatasan orang ke dan dari dalam zona di wilayah  yang sama dengan area terdekat yang terlibat.

Tahap ketiga; Lockdown of a Block / Building  yaitu  Kontrol / pembatasan orang masuk dan keluar wilayah.

Tahap Keempat; Lockdown of the Site yaitu  Kontrol / pembatasan orang ke dan dari lokasi, sekitarnya.

Untuk mengaktifkan dan / atau meningkatkan Lockdown akan ditentukan oleh hal berikut:

Tindakan Pengendalian 1 – pejabat yang berwenang (Anggota staf)  yang menemukan bahaya awal akan mengaktifkan  Lockdown Tahap 1 - yaitu, memulai penahanan langsung di lokasi yang menjadi perhatian.

Tindakan Pengendalian 2 –  Keputusan untuk lebih meningkatkan Lockdown ke Tahap 2 akan dilakukan melalui konsultasi dengan pejabat terkait di area / zona yang terkena dampak dan Keamanan yaitu melanjutkan penahanan dan mengimplementasikan kontrol akses.

TANGGUNG JAWAB

Pemerintah Kota Tegal telah menyiapkan anggaran kebencaan sebesar Rp 2 Miliar. Nantinya, dana tersebut akan digunakan untuk warga miskin yang terdampak (Kompas.com)

Kesimpulanya bahwa, kota tegal memberlakukan Isolasi Wilayah "Partial Lockdown"  dengan alasan bahwa wilayah tertentu saja yang dilakukan penutupan akses jalan, hal ini diperkuat dengan surat dari Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Jawa Tengah, Resor Tegal Kota, Tertanggal 29 Maret 2020, Nomor B/605/III/REN. 1.2./2020/Res Tegal Kota, klasisifikasi Biasa, Lampiran: -, Perihal; pengalihan arus lalu lintas.



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)